Yuwanto PhD Apresiasi Soliditas dan Agenda Strategis SMSI Jateng

SMSI Jateng Membuka diri menjadi Mitra Civil Society

Pasopati News Channel | Semarang – Gebrakan dan konsolidsi SMSI Jawa Tengah dibawah kepimpinan Drs Jayanto Arus Adi, MM mendapat apresiasi khusus dari Yuwanto, PhD. Akademisi dari Fisip Undip, yang juga tokoh dengan jam terbang panjang sebagai pengamat politik dan sosial ini menilai SMSI Jawa Tengah punya potensi cukup besar. ‘’Melihat konfigurasi pengurus dengan anggota tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah saya punya keyakinan organissi ini dapat memberi kontribusi besar bagi Jawa Tengah, khususnya peningkatan profesionalisme wartawan, dan kemerdekaan Pers,’’ kata Yuwanto di depan pengurus teras SMSI Jateng yang mengadakan rapat konsolidsi di Frontone HK Resort Semarang, kemarin.

Ketua SMSI Jateng, Jayanto Arus Adi bersama Penasehat SMSI Jateng, Yuwanto PhD yang juga merupakan akademisi Fisip Undip, saat memaparkan materi diskusi konsolidasi di Front HK Resort Semarang, Rabu 14/10

Rapat dihadiri jajaran pengurus teras, dan koordinator eks Karesidenan di seluruh Jawa Tengah, juga tokoh media yang memiliki concern di bidang Pers. ‘’Saat ini capaian yang dapat kami laporkan, 70 persen kepengurusan di Kabupaten/Kota sudah terkondolidasi dengan baik. Dalam hal ini kami memberikan tugas dan kewenangan koordinator di eks Karesidenen untuk memberikan pendampingan,’’ kata Eko Sugiarto.

Sekretaris SMSI Jateng yang juga pemimpin Pasopati Praja Nusantara ini secara lebih spesifik mememaparkan beberapa agenda prioritas. ‘’Kita akan berfokus pada implementasi News Room Jaga Desa. Apalagi Jawa Tengah menjadi pilot project dari SMSI Pusat, dan telah dikukuhkan team pelaksana oleh Hasyim Joyohadikusumo di Jakarta,’’jelas Eko HK, panggilan populernya.

Pengurus SMSI Jateng saat rapat konsolidasi di Front HK Resort Semarang, Rabu 14/10

Terkait dengan Pokja News Room Jaga Desa, Yuwanto, PhD mendorong sinergi dan akselerasi dari program ini, secara lebih detail untuk dipahamkan secara lebih utuh pada seluruh anggota SMSI Jawa Tengah. Saat ini, ujar peraih PhD dari Seoul University of Korea momentumnya sangat tepat. Desa memerlukan penguatan agar menjadi entitas yang berdaya saing secara kualititafi dan kuantitafi.

Dimatangkan secara komprehensif

Merespon beberapa dinamika yang menjadi arus utama dalam implementasi program SMSI Jawa Tengah, Jayanto Arus Adi memberikan arahan dan navigasi secara priortias. Pertama ditekankan tokoh yang juga Ahli Pers dari Dewan Pers ini adalah soliditas dan profesionalisme organisasi. ‘’SMSI bukan organisasi kecil, secara kuantitatif inilah organisasi media online terbesar di dunia. Ini bukan klaim, silakan cek dan dalami lewat jejak digital yang ada,’’terang CEO Headlinnews.id ini.

Karena itu sebagai arahan penting, kedua adalah soliditas dan profesionalisme. Standar formal, seperti sertifikasi wartawan, dan verifikasi lembaga tetap menjadi concern juga komitmen SMSI Jateng. Dalam waktu dekat pengurus SMSI Jateng dengan didampingi pengurus pusat akan melakukan audiensi ke Dewan Pers. ‘’Silaturahmi ini penting selain menjadi ruang dialog sekaligus membangun sinergi untuk optimalissi program-program Dewan Pers di Jawa Tengah,’’kata Jayanto Arus Adi.

Agenda berikut adalah SMSI Jateng mendedikasikan diri sebagai oase, sekaligus mitra strategis bagi civil Society di Jawa Tengah. Persoalan-persoaln publik dan kemasyarakatan yang masih menjadi PR bagi pemerintah baik di tingkat Provinsi, maupun Kabupaten/Kota SMS akan hadir. Manifestasi dari progam tersebut antara lain mengkaji, membedah memformulasikan solusi terbaik.

‘’Isu-isu sosial, lingkungan, dan masalah hukum yang tidak ada kejelasan atas arah serta kebijakan dari pemangku kebijakan akan SMSI angkat. Dari kajian itu, baik lewat FGD (focus group discussion) maupun pemberitaan selanjutnya kita akan memberikan rekomendasi kepada pihak terkait,’’urainya.

Point atau pun langkah ini menjadi bentuk empati, atau pun proaktif SMSI terhadap dinamika sosial kemasyarakat, juga terkait kinerja pemeritahan di Jawa Tengah. Artinya masyarakat mendapatkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi, jadi tidak gelap menatap ke depan.

Terkait dengan upaya di atas, maka sinergi, kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan akan dibangun. ‘’Apa pun dan bagaimana pun dengan berinergi dan koloborasi persoalan-persoalan yang ada diharapkan dapat diformulasikan jalan keluarnya,’’ujar orang nomor satu di SMSI Jateng ini.  ***